Pekanbaru – Anggota DPRD Provinsi Riau dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ayat Cahyadi, mendorong Pemerintah Provinsi Riau untuk mengalokasikan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) bagi penguatan Posyandu di Kota Pekanbaru.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun 2025 yang berlangsung di Jl. Sidomulyo RT 03 RW 07, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Senapelan saat menaggapi aspirasi warga.
Kegiatan reses tersebut dihadiri oleh Lurah Padang Bulan Yesi Sartika, Ketua Masjid Andi Daulai, Ketua RW 09 Sri Hartini, dan Ketua DPC PKS Payung Sekaki Ari, serta tokoh masyarakat dan warga sekitar yang antusias menyampaikan aspirasi mereka.
Dalam dialog, Sri Hartini, Ketua RW 09, mengungkapkan bahwa peralatan Posyandu di wilayahnya sudah banyak yang tidak layak pakai.
“Alat ukur tensi kami rusak, tim Posyandu juga butuh alat imunisasi campak yang layak. Kami berharap ada bantuan peralatan agar pelayanan kesehatan masyarakat bisa lebih baik,” ujarnya.
Senada dengan itu, Bu Ammah, Ketua Posyandu setempat, menyampaikan bahwa minat masyarakat membawa balita ke Posyandu mulai menurun, sehingga tim Posyandu sering kali harus jemput bola ke rumah-rumah warga.
“Mungkin karena fasilitas posyandu yang tidak memadai. Kami juga berharap ada tambahan makanan tambahan (PMT) untuk bayi dan balita agar kegiatan Posyandu lebih menarik dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ayat Cahyadi menegaskan bahwa Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah daerah.
“Posyandu berperan besar dalam mendukung kesehatan ibu dan anak. Karena itu, saya mendorong Pemprov Riau untuk mengalokasikan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) bagi Posyandu di Kota Pekanbaru, agar fasilitas, peralatan, dan operasionalnya bisa lebih optimal,” tegasnya.
“Selama ini, ada anggaran pemerintah yang hanya dialokasikan ke desa-desa, tapi tidak dianggarkan untuk kelurahan di perkotaan. Karena itu, hal ini akan kita perjuangkan di Pekanbaru agar kelurahan juga bisa memperoleh dukungan yang adil, termasuk untuk kegiatan Posyandu,” lanjutnya.
Selain persoalan Posyandu, warga juga menyampaikan berbagai keluhan lain, seperti banjir akibat parit dangkal, yang membuat air tergenang hingga setinggi lutut di dalam rumah saat hujan deras. Warga juga meminta pengerukan parit, perbaikan penerangan jalan di Jl. Sidomulyo yang masih gelap, serta evaluasi penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dinilai belum tepat sasaran.
Selain itu, warga berharap adanya dukungan DPRD untuk pengembangan UMKM, agar pelaku usaha kecil di Pekanbaru mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional.
Menutup kegiatan, Ayat menyampaikan komitmennya untuk menyampaikan seluruh aspirasi masyarakat tersebut ke Pemerintah Provinsi Riau, agar dapat ditindaklanjuti melalui program dan kebijakan yang tepat sasaran.
“Aspirasi ini akan kami kawal. Insyaallah kami perjuangkan agar bisa masuk dalam program pemerintah, terutama untuk kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput,” tutupnya.
DPW PKS Provinsi Riau Situs Resmi DPW PKS Provinsi Riau
