Kepala Desa Makmur: Perusahaan Sawit di Desa Kami Tidak Pernah Menyalurkan Dana CSR, Malah Merugikan Warga

PEKANBARU – Sejumlah Masyarakat dari beberapa desa yang ada di Pelalawan hari ini (Rabu, 06/11/2019) menyampaikan aspirasinya ke Fraksi PKS DPRD Provinsi Riau. Rombongan yang didampingi Sukaeni Ketua DPD PKS Pelalawan ini datang secara berbarengan.

Agenda yang diawali dengan makan siang bersama itu disambut langsung oleh Ketua Fraksi PKS Markarius Anwar. Selain Ketua Fraksi, dua anggota DPRD Provinsi Riau dari PKS yaitu Adam Syafaat dan Abdul kasim juga turut menyambut rombongan.

Rombongan yang berjumlah 17 orang tersebut datang dari tiga desa, Desa Bukit Gajah, Desa Makmur dan Desa Lembah Subur.

Aspirasi yang diajukan mulai dari masalah sosial, ekonomi, budaya, infrastruktur, kesejahteraan hingga hukum.

Suwardi, Kepala Desa (Kades) Makmur yang berkesempatan ikut hadir pada pertemuan tersebut mengadukan salah satu permasalahan yang dihadapi desanya. Dikatakannya, bahwa tanah Desa Makmur saat ini ada yang sedang sengketa dengan salah satu perusahaan sawit.

“Selain itu, Perusahaan tersebut juga tidak pernah memberikan dana ataupun program CSR ke Desa kami,” ungkap Suwardi.

Dilanjutkannya, bahwa perusahaan sawit tersebut juga sudah pada level merugikan masyarakat.

“Selain bau menyengat dari limbah, karbon berwarna hitam yang keluar dari corong pabrik terbang hingga ke pemukiman warga, akibatnya pakaian yang dijemur terkena butiran hitam karbon tersebut,” lanjutnya.

Markarius Anwar yang mendengar keluhan konstituennya akan berusaha untuk melakukan mediasi. “Kita coba mediasi, tolong buatkan surat permohonan mediasi,” pinta Anggota DPRD Provinsi dari Dapil Siak – Pelalawan tersebut.

Selain itu, Suwardi juga menyampaikan beberapa aspirasi lainnya yang berkaitan dengan ekonomi, salah satunya optimalisasi BUMDES (Badan Usaha Milik Desa).

Di sisi lainnya, Taryam Kades Bukit Gajah dan Eky Salah satu Kadus (Kepala Dusun) dari Desa Bukit Lembah Subur juga berkesempatan menyampaiakan aspirasi dari desanya masing-masing.

Banyak aspirasi yang dibawanya, Mulai dari ingin mengentaskan kemiskinan, inisiasi wisata budaya melayu, solusi air bersih, replanting kebun sawit hingga jaringan PLN.

Rombongan ini juga turut menyertakan proposal bantuan yang diberikan kepada Anggota DPRD Fraksi PKS Provinsi Riau.

Menanggapi usulan-usulan tersebut, Abdul Kasim menyarankan supaya mengajukan usulan yang paling prioritas dahulu.

“Supaya yang benar-benar dibutuhkan masyarakat cepat terealisasi,” sarannya.

Markarius Anwar juga menimpali bahwa ia akan memperjuangkan yang bisa di upayakan di tahun 2020 yang jadi kewenangan Propinsi.

“sedangkan yang menjadi kewenangan kabupten ataupun pusat akan dikoordinasikan dengan pihak terkait,” tutupnya. (*)

Baca Juga

Syahrul Aidi Ingatkan Menteri PUPR Perihal Penggunaan Karet Sebagai Komponen Pembuatan Jalan

Jakarta – Rapat perdana antara Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan Komisi V …