Bukan Malaikat

“Ada nomor rekening antum akhi..? Ada sedikit rezeki nih untuk nambah biaya kampanye antum” Tanya ikhwah di WA.

“MasyaAllah… ke rekening DPC PKS aja akhi” jawabku.

“Nggak akhi, kalau untuk DPC PKS lain lagi. Ini memang untuk antum. Kan antum caleg kita” balasnya lagi.

Setelah berusaha menolak, aku hanya bisa mengucapkan

“MasyaAllah akhi…”

Dan aku diam…😭😭😭

*

Waktu dialog di WA, rasanya biasa saja. Nggak ada perasaan apa-apa. Setelah di perjalanan, saya kembali teringat dialog itu. Tiba-tiba jantung saya berdegup kencang. Nggak bisa nahan, mata saya berkaca-kaca. 😭😭😭

Saya belum tahu berapa uang yang akan dia beri. Yang saya tahu, keikhlasan dan kemuliaan hatinya sangat menggugah jiwa. Dia tahu persis tentang ekonomi saya. Tapi, seakan tak peduli, beliau tetap ingin berbagi dalam perjuangan kebenaran.

Saya merasakan paksaan untuk menerima uang perjuangan itu. Dan saya lebih merasakan, ternyata cerita langka tentang arti persahabatan yang pernah Rasulullah tanamkan, masih ada sampai saat ini. 😭😭😭

Ya Allah…

Ini lah buah tarbiyyah kami. Inilah hasil persaudaraan yang telah lama kami bina dalam dakwah ini. Memang terasa biasa, tapi hati kami tidak bisa berdusta, betapa dalamnya Cinta kami.

Di saat hiruk pikuk rebut-rebutan untuk berkuasa, kami di sini tenang saling bermesraan. Kami selalu menjaga hati, agar tetap mencintai. Bahkan kami berusaha untuk saling menguatkan agar dakwah ini berjaya.

Saya semakin yakin, PKS dan ikhwah yang ada di dalamnya, dan simpatisannya adalah orang-orang baik. Orang-orang yang berorientasi surga-Mu. 😭😭😭

Kami akan terus berupaya menjaga niat-niat kami. Satu kan kami esok di Surga-Mu. Dan kami ingin berjumpa dengan-Mu di sana. ❤️😭

Maaf kan aku saudaraku, aku sungguh terkejut dengan kejadian hari ini. Izinkan aku menulisnya di sini.

Sahabat baikmu

Muhammad Sabarudi

****

Yang bersangkutan tak ingin namanya disampaikan. Semoga Allah memuliakan beliau di surga kelak.

 

By : Sabarudi (Ketua Bidang Humas DPW PKS Riau)